Jumat, 31 Mei 2013

KETIKA LAKI LAKI MENANGIS



Beginilah cara laki-laki menangis, Terlihat diam dan tenang, sesekali air matanya keluar dari matanya.

Pandangannya kosong namun seperti ingin mengatakan sesuatu.
Tidak selama wanita saat menangis, hanya beberapa menit, bahkan beberapa detik. 

Diam dalam sendirinya, Seolah-olah tangis itu milik dia seorang. Tidak ada yang lain..

Setelah puas di detik-detiknya,dia kembali lagi beraktifitas seperti biasa.. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa.. Perempuan berpikir dengan perasaannya, laki-laki berpikir dengan logikanya.

Inilah mengapa perempuan lebih sensitif dibandingkan dengan laki-laki. Tapi, menangis selalu berasal dari perasaan. Teman.. ketika laki-laki menangis.. bukan sebutan cengeng atau kurang jantanlah yang harus dilontarkan padanya.

Tapi lihatlah betapa sangat beratnya dia menahan deritanya, sehingga dia perlu mengeluarkan air matanya yang berharga itu.. Dia tidak perlu orang mendekatinya, dia tidak perlu orang untuk menghiburnya. Yang dia perlukan hanya beberapa menit/detiknya untuk ketenangan batin..

Menangis merupakan dinamika emosi yang ada di setiap manusia.



Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering MENANGIS ..
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya ..

Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat 2x lipat akal seorang wanita. Dan itulah sebabnya mengapa tiada yg kau lihat melainkan ketegarannya ..

Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Tuhannya. Dia menjadi tonggak penyangga dalam rumah tangga. Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri & anak-anaknya ..

Maka,
tangisnya pun tidak pernah nampak di bening matanya ..
Tangis pria adalah pada keringat yg bercucuran demi menafkahi keluarganya ..

Tidak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya. Pria “menangis” dalam letih & lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan ..

Tidak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya. Pria menangis dalam tegak & teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan serta dinginnya angin malam ..

Tidak nampak tangisnya pada peristiwa kecil & sepele ..
Pria menangis dalam kemarahannya, bila kehormatan diri & keluarganya digugat ..

Pria menangis dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari ..
Pria menangis dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rejeki ..

Pria menangis dengan menjaga serta melindungi orang tua, anak & istri ..

Pria menangis dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya ..

Namun,
Pria pun sungguh2 menangis dengan air matanya di kesendiriannya, menyadari tanggungjawabnya yg besar di hadapan Tuhannya ..

Pandanglah Ayah kita ..
Pandanglah Suami/kekasih kita ..
Sesungguhnya syurga Allah berada di dlm keridha’an mereka..

Tidak ada komentar: